Tugas Rangkuman "Manusia Dan Cinta Kasih" Dosen Ali Muhli.SE.MM
Dosen
: ALI MUHLI
Daftar Isi :
A. Pengertian Cinta Kasih............................................................................................................
B. Cinta Menurut Ajaran Agama..................................................................................................
C. Kasih Sayang...............................................................................................................................
D. Kemesraan...................................................................................................................................
E. Pemujaan......................................................................................................................................
F. Belas Kasihan................................................................................................................................
G. Cinta Kasih Erotis........................................................................................................................
H. Kesimpulan...................................................................................................................................
A.
PENGERTIAN
CINTA KASIH
Cinta adalah sebuah
rasa suka atau sayang manusia kepada manusia lainnya, sedangkan kasih adalah
suatu rasa yang timbul pada diri manusia untuk saling mengasihi atau menyayangi
kepada sesame manusia.Jadi yang dimaksud dengan cinta kasih adalah
sebuah rasa kasih sayang serta rasa saling mengasihi antar sesame manusia pada
kehidupan sehari-hari.
Definisi antara cinta
dan kasih memang tak jauh berbeda dalam arti hampir mempunyai satu kesatuan
makna yang hampir sama, hanya saja cinta itu lebih berdasarkan pada jiwa
(rohani) manusia hanya bisa dirasakan dalam hati dan tidak terlihat, sedangkan
kasih suatu kegiatan atau pergerakan manusia (jasmani) yang ditunjukkan kepada
orang yang mereka sayangi dan dapat terlihat.
Dalam bukunya seni
mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan
menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan.
Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifamya manusiawi, bukan
materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan,
tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling
menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan
rasa cinta kasihnya mangasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan
tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka
rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan
atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan
bahwa pribadi lain itü hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana
adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang menıpakan keinginan untuk
mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan,
tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih
baik.
Pengertian tentang cinta dikemukakan
juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memilikki tiga unsur
yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan
adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia,
tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia
harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua
adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang
menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Pangğlan-panggilan foımal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar
memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu
piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa
rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Unsur yang
ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa
kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang
mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya 
Selain pengetian yarıg
dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh
Dr. Abdullah Nasih Ulwan,dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan
jiwa dari gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya
dengan penuh gairah, lembut, dan sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang mumi,
yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. la selalu dibutuhkan. Jika
seseorang ingin menikmaünya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan
penuh taqwa, tentü ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya
yang suci dan mulia pula.
Didalam
kitab Suci Alqur'an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam
jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan
rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Allah dalam
surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
“Katakanlah
: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta
kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan
rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada
Allah dan RasuI-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
fasik”.
Cinta tingkat tertinggi
adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat
menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.
Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga,
kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap
orang İslam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah,
pada Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak
ada duanya. Hal ini mempakan konsekuensi iman dan merupakan keharusan dalam
Islam Bahkan itu pendorong utama di dalam menunjang tinggi agama.
Tak diragukan
lagi, bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya, ia
akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini
bahwa dzat Tuhanlah yang maha sempuma, maha indah dan maha agung. Tak ada
satupun selain dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan
ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti karena dialah yang maha
tinggi, maha sempurma dan maha agung.
Hakekat cinta menengah
adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. la timbul dari
perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan.
Karenanya hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka, semakin
akrab.
Berangkat dari
perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang
inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari seseorang terhadap
orang lain : seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua tethadap
anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap
suaminya, cinta seseorang terhadap sanak saudara dan familinya, cinta seseorang
terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah aimya.
Adapun pengaruh yang
ditimbulkan oleh cinta menengah ini akan nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan
perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami
istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak
akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan, dan pendidikan terhadap
anak. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak
rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam
misalnya :
1.
Cinta kepada Thagut.
Thagut
adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surat Al Baqarah,
Allah berfırman : dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai
Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah
2. Cinta
berdasarkan hawa nafsu.
Cinta yang lebih
mengutamakan kecintaan pada omng tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.
Hikmah
cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan
kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah
tersebut adalah :
1. Sesungguhnya
cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia,
karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan. Apakah seseorang
akan menempuh cintanya dengan cara yang terhormat dan mulia ? Ataukah ia akan
meraihnya dengan cara yang rendah dan hina ? apakah ia akan berjual mahal
dengan cintanya, ataukah biasa-biasa saja ? apakah ia benar-benar tertarik
dengan kekasihnya, ataukah sekedar main-main saja ? semuanya dapat diketahui
setelah ia mendapatkan rintangan dalam perjalannya.
2. Bahwa
fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendoman dan
pembangkit yang paling beşar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan. Kalau
bukan karena cinta, tentu manusia tidak akan pernah terdorong gairah hidupnya
untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Pendek kata kalau bukan karena
fenomena cinta, tak akan pemah ada gerakan, kreasi dan apresiasi di dunia ini.
Juga tak akan pemah ada pembangunan dan kemajuan
3. Bahwa
fenomena cinta merupakan faktor utama didalam kelanjutan hidup manusia, dalam
kenal-mengenal antar mereka. Juga untuk saling memanfaatkan kemajuan bangsa. la
merupakan modal utama di dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang
tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
4. Fenomena
cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam. hubungan
antar anggota keluarga, kerukunan bemasyarakat, mengasihi sesama mahluk hidup, menegakkan
keamanan, ketentramaan, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan
benih dari segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun
adanya.
B.
CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Ada yang berpendapat
bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama.
Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendarnbakan tegaknya cinta dalam
kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi
perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai
dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran
cinta kepada manusia.
Dalam kehidupan
manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang
mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri
dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa
kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an.
1. Cinta
diri
Cinta diri erat
kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup,
mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai
segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci
segala sesuatu yang melarangnya untuk hidup, berkembang dan
mengaktualisasikan diri. la juga memberi segala sesuatu yang mendatangkan rasa
sakit, penyakit dan mara bahaya. Al-Qur'an telah mengungkapkan cinta alamiah
manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala
sesuatu yang bemanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala
sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad
SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui gaib, tentu beliau akan memperbanyak
hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
Diantara gejala
yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya
yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginanya dan
memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup(QS,
al-"Adiyat, 100:8)
Diantara
gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah
permohonannya yang terus menerus agar dikarunia harta, kesehatan, dan berbagai
kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana,
keburukan, atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bisa
memperoleh karunia lagi (QS, Fushilat, 41 : 49)
Namun hendaknya cinta
manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas.
Sepatumya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain
dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
2.
Cinta kepada sesama
manusia
Agar manusia dapat
hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak
boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun
hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada
orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.
Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada
dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa
kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta
kebakhilannya dałam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu
Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak
berlebih-lebihan dałam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari
gejala-gejala iłu adalah dengan melalui iman, menegakkan shalat, memberikan
zakat, sedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya,
dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa
menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang
lain, dan dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan
masyarakat.
Al-Qur'an juga menyeru
kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta
mereka pada diri mereka sendiri. Dałam seruan itu scsungguhnya terkandung
pengarahan kepada para mukmin agar tidak bcrlebih-lebihan dalam mencintai diri
scndiri.
3.
Cinta seksual
Cinta erat kaitannya
dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dałam melestarikan kasih
sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. la melupakan faktor
yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga
"Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang
demikian iłu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir . QS, Ar-Rum,
30:21)
Dorongan seksual
melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan kcturunan demi kelangsungan
jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk
masyarakat dan bangsa. Dengan demikian pun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling
kenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industri menjadi
maju. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya. Jelas dengan
sendirinya ia mengakui pula cinta seksual yang menyertai dorongan tersebut.
Sebab ia merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari. üdak
ditentang ataupun ditekannya. Yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan
penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah,
yaitu dengan perkawinan.
4.
Cinta kebapakan
Mengingat bahwa
antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis
seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa
modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis
scperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak
jclas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan
dan kegembiraan baginya. sumber kekuatan dan kebanggaan , dan merupakan faktor
penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia
setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam do'a Zakaria as, yang memohon
pada Allah semoga ia dikarunia seorang anak yang akan mewarisinya dan mewarisi
keluarga Ya'qub
"la berkata
: "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah
dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya
Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mewaliku sepeninggalku, sedang
istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang
putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia,
ya Tuhanku, seorang yang diridhai : QS, Maryam, 19:4-6)
Cinta kebapakan
dalam Al-Qur'an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada
anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh. rasa cinta. kasih
sayang, dan belas kasihan. untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan
ombak
"....Dan
Nuh memanggil anaknya - sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil -
: "Hai..anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada
bersama-sama orang-orang yang kafir ".(QS, Yusuf, 12:84)
Cinta ini nampak pula
dalam doa nabi Nuh as, yang memohon pada Allah semoga anaknya selamat :
"Dan Nuh
berseru kepada Tuhannya sambil berkata : "Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku
termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan
Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya (QS, Hud, 11:45)
Biasanya cinta
kebapakan nampak dalam pematian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan,
nasehat, dan pengarahan yang diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan
kepentingan mereka sendiri.
5.
Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling
bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada
Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak
hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan
dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah,
mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya:
"Katakanlah:
"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah maha pengampun lagi maha
penyayang" (QS, Ali Imran, 3:31)
Cinta yang
ikhlas seorang manusia kepada Allah akan menbuat cinta itu menjadi kekuatan
pendorong yang mengarahkannya dalarn kehidupannya dan menundukkan semua bentuk
kecintam Iainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta
pada sesama manusia, hewan, semua mahluk Allah dan seluruh alam semesta. Sebab
dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi
dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan
kalbunya.
6. Cinta
kepada Rasul
Cinta kepada
rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki
peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karna Rasul merupakan ideal
sempuma bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat
luhur Iainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan
mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, beduang dengan
penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia. dan
membawa kemanusiaan dari kekelamah kesesatan menuju cahaya petunjuk.
C.
KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang
menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S.Poerwadanninta adalah
perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah
tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan
petumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan
perkawinan, maka didalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan,
tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang
sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab,
pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengenian, saling terbuka.
sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur
kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan
rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah
kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang dapat merasakan
kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah dewasa,
melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang dari
ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan
tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah
dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.
Kasih sayang,
dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua.
pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang
orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari
kasih sayang dan pematian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi
bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Suatu kasus yang
sering terjadi, yang menyebabkan seseorang menjadi morfinis, keberandalan
remaja, frustasi dan sebaginya, dimana semuanya dilatar belakangi kurangnya
pematian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarganya.
Adanya kasih
sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam
memberikan kasih sayangnya bemacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara
pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan
(l) Orang tua bersifat
aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini
orang tua memberikan kasih sayang temadap anaknya baik berupa moral-materiil
dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa
memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani
dalam masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak
tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
(2)
Orang tua bersifat
pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si
anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang
ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak,
tidak memberikan pematian apa yang diperbuat si anak.
(3)
Orang tua bersifat
pasif, si anak bersifat pasif.
Di sini jelas
bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa
saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang,
masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu.
orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
(4)
Orang tua bersifat
aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini
orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya.
Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling
mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
Kasih sayang itu
nampak sekali bila seorang ibu sedang menyusui atau menggendong, bayinya itu
diajak bercakap-cakap, ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu
ani kata-kata, lagu dan sebagainya.
Asrul Sani dalam
sajaknya "surat dari Ibu" mengungkapkan betapa tulus cinta kasih
sayang seorang ibu kepada anaknya. Coba anda perhatikan sajak Asrul Sani di
bahwah ini.
SURAT DARI IBU
Pergi
ke dunia luas anakku sayang Pergi ke hidup bebas selama angin masih angin
buritan dan matahari pagi menyinari daun daunan dalarn rimba dan padang hijau
pergi ke dunia lepas, anakku sayang
pergi ke alarn bebas selama hari belum petang dan wana senja belum
kemerah-merahan menutup Pintu waktu lampau
Jika bayang telah pudar dan elang
laut pulang ke sarang angin bertiup ke benua tiang-tiang akan kering sendiri
dan mahkota sudah tahu pedoman boleh engkau datang padaku kembali pulang anakku
sayang kembali ke balik malam jika kapal telah rapat ke tepian kita akm
bercerita tentang cinta dan hidupmu pagi hari
Dalam sajaknya
itu, Asrul Sani mengungkapkan betapa tulus dan cinta kasih sayang seorang ibu
kepada anaknya bukan dengan memanjakannya melainkan dengan nasehat dan
petuah-petuah agar anaknya pergi menuntut ilmu ke negeri seberang, dan mencari
pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi
"orang" barulah ia boleh pulang, dan si ibu akan membicarakan masa
depannya, hidup berumah tangga.
Dalam sajaknya
yang Iain yaitu "elang laut", Asrul Sani secara simbolik juga
mengungkapkan pengalaman batinnya tentang kasih sayang, tanggung jawab dan
pengorbanan yang tulus dari seekor induk elang laut terhadap anak-anaknya,
tanpa menghiraukan dirinya. Akhimya sang induk gagal membawakan makanan untuk
anak-anaknya di sarang, karena ditengah jalan setelah terbang mati-matian
melawan badai ia mati dan tenggelam ke dasar lautan. Dan anak-anaknya pun mati
kelaparan di sarangnya. suatu musibah keluarga yang sungguh tragis. Dibawah ini
dikutipkan sajak elang laut karya Asrul Sani.
ELANG LAUT
Ada elang laut terbang senja hari
antara jingga dan merah surya hendak turun
pergi ke sarangnya apakah ia tahu
juga bahwa panggilan cinta tiada ditahan kabul yang menguap pagi hari bunyinya
mcnguak suram lambat-lambat mendekat, kcatas runjam karang putih makin nyata
sekali ini dan keringat tiada akan punya daya tapi topan tiada mau dan
mengembus ke alam lalu jatuh elang laut ke air biru, tenggelam dan tiada timbul
lagi rumahnya digunung kelabu akan terus sunyi satu-satu akan jatuh membangkai
ke bumi, bayi-bayi kecil tiada bersuara hanya anjing malam hari meraung
menyalak bulan yang melengkup sunyi suaranya melandai turun ke pantai jika
segala senyap pula berkata pemukat tua
"anjing meratapi orang mati"
Ada bermacam-macam
kasus kasih sayang dalam kehidupan. Semua orang tua mengharapkan hidup anaknya
bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang tua menumpahkan kasih sayang secara
berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan pendapatnya. Ada yang
secara berlebihan, disiplin, secara memberikan
kebebasan dan sebagainya. Karena itu ada yang berhasil, tetapi banyak juga yang
gagal.
D.
KEMESRAAN
Kemesraan berasal
dari kata dasar mesra. yang aslinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan
ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara
maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasamya merupakan
perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Filsuf Rusia,
Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh
cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri.
la mulai hidup untuk orang lain".
Pemyataan dijabarkan
secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah "romeo dan Juliet",
ula di Indonesia kisah Roro mendut-Pmnocitro.
Yose Ortage Y
Gasset dalam novelnya "On love" mengatakan "dikedalaman
sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek
cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh
eksistensinya".
Selanjutnya Yose
mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran
enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta
yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Kemampuan mencinta
memberi nilai hidup kita. dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah
kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dari uraian di atas
terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seseorang mengobrol cinta,
maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya
sendiri.
Cinta yang berlanjut
menimbulkan pengenian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari
cinta.
Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan
berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam
puisinya Episode " misalnya, melukiskan bctapa kemesraan cinta merasuk
kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta.
Kemesraan cinta
tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancar dari
sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari-jcmari mereka
yang bergetar.
Tiap manusia
pemah bercinta, hanya saja tidak setiap manusia dapat melahilkan rasa cinta
dalam bentuk seni. Bagi penyair mencurahkan rasa cintanya adalah biasa. Kalau
Rendra mencurahkan kemesraannya dalam bentuk puisi, maka Chairil Anwar
mencurahkan kemesraannya dalam bentuk yang bebas dari bentuk yang telah ada.
Dalam seni tari
berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari
"karonsih" dari Jawa Tengah, tari "Gatotkaca Gandrung" juga
dari Jawa Tengah. Tari Merak dari Jawa Barat, dan lain-lain yang biasanya
ditarikan dalam resepsi perkawinan.
Dalam cerpen
"transaksi" karangan Umar Nur Zain diceritakan tokoh "aku"
, seorang pejabat yang berlagak demawan. Biasanya untuk mendapatkan tanda
tangannya sering kali para bawahan menyatakan terima kasih merka dengan
macam-macam bentuk antara lain wanita segar berikut seluruh Ekening hotel dan
restoran.
Puspa seorang
istri pemain band yang tidak begitu terkenal. Band suaminya dikontrak sebuah
night-club kecil; karena pengunjung mengurang, penghasilannya mengecil. Anak
puspa sakit mata dan hampir buta dan untuk operasi diperlukan uang setengah
juta rupiah yang harus dilaksanakan di Manila.
Untuk keperluan
itu "aku" bersedia membayar setengah juta rupiah kepada Puspa, asal
ia mau mengawaninya di hotel semalam suntuk.
Transaksi terjadi,
Puspa menerima uang setengah juta rupiah. Uang tersebut adalah untuk mengobati
mata anaknya di Manila.
Cerpen itu mampu
mengajak kita prihatin perihal solidaritas nasiqnal. Misalnya perihal moral
Puspa dan moral "aku" dari sudut pelajaran agama. Belum Iagi- soal
belum lábilnya honor musisi kita dan masih banyak Iagi. Berkat kecematan
penulis temadap atribut kota Metropolitan Jakarta membuat penelaah beranggapan
ceqpen tersebut mempunyai identitas Indonesia. Pada hakekatnya penulis
memprotes sengit kebangkitan dan menyimpan morał kita dewasa ini.
E.
PEMUJAAN
Pemujaan adalah
salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalarn
bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan ddak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah ind,
nilai dan makna kehidupan yang sebenamya. Apa sebab iłu terjadi adalah karena
Tuhan mencipta alarn semesta. Seperti dałam surat Al-Furqon ayat 59 - 60 yang
menyatakan, " Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa
diantara keduanya dalarn enam rangkaian masa, kemudia dia bertahta di atas
singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang
soal-soal apa yang perlu diketahui". Selanjutnya ayat ff), "Bila dikatakan
kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih '
Tuhan adalah
pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan
segala perintahnya. Karena iłu ketakutan manusia selalu mełlianping hidupnya
dan untuk menghilangkan ketakutan iłu manusia memuja-Nya. Dałam surat Al-Mu
'minin ayat 98 dinyatakan, ” Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari
kehadiran-Nya di dekatku.
Karena iłu
jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhm adalah bagian hidup
manusia, Karena Tuhan pencipta semesta manusia i02 sendiri. Dan.penciptaan
semesta untuk manusia
Kalau
manusia cinta Tuhan, karena Tuhan sungguh mdła pengasih lagi maha penyayang.
Kecintaan manusia iłu dimanifestasikan dalan bentuk pemujaan. Dałam surat
An-Nur ayat 41 antara lain menyatakan, ”apakah engkau tidak tahu bahwasanya
Allah itu dipuja oleh segala yang ada di bumi dan dilangit
Dałam
kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan dengan agama, kepercayaan, kondisi,
dan situasi. Sholat di rumah, di mesjid, sembahyang di gereja, di candi, di
gereja bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan
pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
Pemujaan-pemujaan
iłu sebenamya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. hal ini beram
manusia mohon ampun atas segala dosanya. mohon pefliNlungan, mohon dilimpahkan
kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang mobn ditambahkan segala kekurangan
yang ada pulanya, dan lain-lain.
Bila setiap hań sekian
kali manusia memuja kebesarannya dan selalu apa yang kita inginkan,
dan Tuhan selalu mengabulkan pemintaan umat-Nya, wąjarlah cinta manusia kepada
Tuhan adalah cinta mudak. Cinta yang tak dapat ditawar-tawar lagi.
Dalun seni prosa
misalnya banyak cerita yang mengagumkan nama Tuhan roman "Di Bawah
Lindungan Ka'bah” karangan almariwm Hunka, yang menitik beratkan kehidupan
agama sebagai latar belakang cerita.
Dalam novel ini
diceritakan tcntang Hamid meniadi anak yatim setelah berumur 4 tahun. Sepeninggal
ayahnya, ibu Hamid berjualan kue dan Haniid yang menjajakannya. H.Jafar yang
haflawan dan demawan : merenggut Hamid untuk disekolahkan bersama-sama puteri
tunggal H.Jafar, yang umumya dua tahun Iebih muda dari Hamid, namanya Zainab.
Hamid dan Zainab dianggap abang dan adik. Setelah tanna', dan bcrijazah Mulo.
Zainab tinggal di rumah, masuk pingitan, scdangkan Hamid bcrsekolah agama di
Padang Panjang. Pcrpisahan ini Incmbuat Hamid kesepian. kanna dengan diam-diam
masing-masing abang dan adik itu trrsemi benih cinta di hatinya.
Maut tak dapat ditolak.
H.Jatar meninggal dunia. Keniatian ini menibuat pembahan bcsar pada Han) id. la
jarang Inendatangi Zainab "kckasihnya" dan ibunva.
Setelah ibu Hamid meninggal
dunia. ia berpesan agar Hamid melupakan cintanya
kepada Zainab. karena antara zainab dan dia tidak sepadan kcdudukannya di masyarakat.
Mak Asiah, ibu Zainab
cinta kepada Hamid untuk membujuk Zainab. Agar Zainab mau kawin dcngan
kemenakan almarhum H.Jafar. ayahnya, dcngan maksud agar kekeluargaan tetap
uluh. Betapa berat hati Hamid menyanpaikan permintaan ibu angkatnya itu untuk munbujuk
"kckasihnya" agar mau kawin orang lain.
Ratna istri Salch kawan
akrab Zacnab. Memberikan surat kepada suaminya di Mekkah. antara lain menceritakan
bah'A ',l Zaenab sakil sepcninggal Hamid. Dan dalam surat itu ditcrangkan bahwa
Zacnab selalu menunggu kcdatangan hamid. Zacnab pun bcrkirim) surat kcpada Hamid yang
mcnyatakan, bila Hamid tak scgera datang, ia akan meninggal dunia. Karcna surat
Zacnab itu. Hamid jatuh. pada waktu bcrwukut di Arafah. Dalam kcadaan yang
gawat. dalang telcgram dari istri Salch, bahwa Zacnab meeninggal dunia.
Mcndengar berita itu. Hamid yang scdang ditandu d'alani bertawaf mengelilingi Ka
'bah ketujuh kalinya ia meninggal di bawah lindungan Ka 'bah dcngan senyuman.
tanda rcla dan scmpuma.
Hamid yang tak
tersampaikan cintanya. Ineskipun cintanya terbalas. lebih suka mendekatkan diri
kepada Tuhan. Dalan cerita ini kita jumpai moral yang tinggi para pelakunya.
Kehalusan perasaan tokoh utamanya Hamid dan Zainab dilukiskan dengan indah oleh
penulisnya. Betapa tulus hati seorang kekaslh yang harus menasehati kekasihnya
agar mau menikah dengan orang Iain. Padahal kekasihnya adalah belahan hatinya.
bagaimana orang sampai hati menyerahkan belahan hatinya kepada orang Iain.
Pesan ibunya agar melupakan cintanya kepada Zainab tertanam dalam lubuk hatinya
karena itu ia lebih suka menjauhkan diri.
F.
BELAS KASIHAN
Dalam surat
Yohanes dijelaskan ada tiga macalll cinta. Cinta ialah cinta Inanusia kepada
Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. dan
ketiga cinta Amor/ems ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta
cros dalam amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan
perempuan, sedmgkan cinta ajnor karcna unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya
gadis normal yang cantik mcncintai dan Inau dinikahi seorang yang kerdil.
Disamping itu masih ada
cinta lagi yaitu cinta terhadap sesanva. Cinta tehadap sesama merupakan
perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta sesama ini
diberikan istilah belas kasihan untuk membcdakan antara cinta kcpada orang tua,
pria-wanita, cinta kepada Tuhan.
Dalam cinta
sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karna
cakapnya, kayanya, cantiknya. pandainya. melainkan karena penderitaannya.
Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim,
yatim piatu, pcnyakit yang dideritanya, dan sebagainya.
Jadi kata
kasihan atau rahmah berani bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita
orang Iain. Kemudian apa bedanya Rahmah dengan Rahman ? kalau Rahman ada unsur
memberi. Misalnya seseorang memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya,
malahan kita jadikan dia sebagai teman baik. Jadi pengertian rahmah adalah kita
menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang Iain, lalu kita
menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati
kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak
(menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dalarn
surat Al-Qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang Iain,
karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang
berbudi sangat dipujikan oleh Allah swr.
Perbuatan atau sifat
menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi
untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas
kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan
terpujilah oleh Allah SWT.
Dalam esai on
love ada pengenian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berani
dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita
tumpahkan benar-benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan
uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak ikhlas, berarti
ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
a. cara-cara
menumpahkan belas kasihan
Dalarn kehidupan banyak
sekali yang hams kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkm belas yang perlu
kita kasihani antara Iain: yatim piatu, orang - orang jompo yang tidak
mempunyai dili waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja, orang
sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita dan
sebaginya. Orang-orang itu umunya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit
tangan yang menaxuh belas kasihan.
Berbagai macam cara
orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang
memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan
dan sebagainya.
Bahkan Pangeran
Sidharta menyatakan belas kasihan kepada rakyatnya dengan jalan meninggalkan
istana untuk menjadi biksu. Pada s'uatu hari pangcran sidharta keluar istana
dfiringi hamba sahayanya secara diam-diam. Dalam perjalanan itu dia menjumpai
orang sakit: ia tanyakan kepada hambanya, "mengapa orang itu dijawabnya
pertanyaannya itu. Kemudianm bertemu dengan orang mati, ditanyakan kepada
hambanya, "mengapa orang itu diusung, mengapa mati, dan sebaginya".
Setelah dijawab semua pertanyaan itu,maka merenunglah Sidharta. Setiba di
Istana tergoda hatinya oleh penderitaan di luar istana dan dibandingkan dengan
kemcwahan di istana.
Akhimya ia memutuskan
untuk meninggalkan istana, pergi ke hutan mencari ani hidup. Betapa Pilu hati
ayah bundanya menyaksikan putra pcngerannya, calon penggantinya berpakaian
biksu sedang mengemis di pasar. Sekali tidak diberi, dua kali tidak diberi, dan
untuk ketiga kali dan terakhir kali tidak juga diberi, kcmbalilah ia ké hutan
tempat ia bertapa sampai hari yang diijinkan untuk mencari makan dengan cara
mengemis. pangeran Sidharta akhimya menjadi Budha Gautama penyebar agama Budha.
G.
CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih
kesaudaraan mcmpakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding,
sedangkan cinta kasih ibu mempakan cinta kasih temadap orang-orang yang lemah
tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut,
kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta ksih tidak tertatas
kepada seseorang saja. Bila saya kasihi saudara saya, semua anak saya,
disamping itu bahkan saya saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya.
Berlawanan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis,
yaitu kehausan akan penyatuan yang sempuma, akan penyatuan dengan seseorang
Iainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan
universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak
dapat dipercaya.
Pertama-tama cinta
kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa
jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat
diantara dua orang yang asing satu sama Iain. Tetapi seperti yang telah
dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini
pada hakekamya hanyalah sementara saja. Bilamana orang asing tadi telah menjadi
seseorang yang diketahui secara intim , tak ada lagi rintangan yang harus
diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan. Pribadi
yang dicintai telah dipahami orang seperti dirinya sendiri. Atau barangkali
harus dikatakan "kurang" dipahami scperti dirinya sendiri.
Dcngan mcmpcrhatikan
pandangan-pandangan ini, ,naka dapat disampaikan kcpada pendapat bahwa cinta
kasih hanyalah mcrupakan pcrbuatan kemauan dan mengikat diri saja schingga pada
dasamya tidak usah dipcdulikan siapa-siapa kcdua orang yang terlibat di
(lalanmya. Apakah pemikahan iłu diatur olch orang lain ataukah merupakan hasil
pilihan individual. hal iłu bukan menjadi soal. Yang terpcnting sesudah
pcmikahan iłu dilangsungkan ialah bahwa perbuatan kcmauan seharusnya menjamin
kclangsungan cinta kasih. Pandangan ini rupa-mpanya mcngabaikan Ciri paradoks
hakekat manusiawi dan cinta kasih erotis. Kita scmuanya satu, namun tiap-tiap
diantara kita mcrupakan mahluk unik yang khas yang tidak ada duplikatnya. Dałam
hubungan kita dcngan orang-orang lain, paradoks itu juga berlaku. Sejauh kita mcrupakan
satu. kita dapat mencintai dan mcngasihi tiap-tiap orang lain esama dałam arti
cinla kasih pcrsaudaraan. Tctapi, scjauh kita dalan pada itu juga berbeda.
cinta kasih cmtis mcnurut adanya unsur-unsur sangat khas dan individual terdapat
diantara bcbcrapâ orang tcflcntu saja, tetapi tidak pada semua orang.
***KESIMPULAN***
Definisi antara cinta
dan kasih memang tak jauh berbeda dalam arti hampir mempunyai satu kesatuan
makna yang hampir sama, hanya saja cinta itu lebih berdasarkan pada jiwa
(rohani) manusia hanya bisa dirasakan dalam hati dan tidak terlihat, sedangkan
kasih suatu kegiatan atau pergerakan manusia (jasmani) yang ditunjukkan kepada
orang yang mereka sayangi dan dapat terlihat.
Dalam kehidupan sehari-hari
manusia dalam melakukan suatu kebudayaannya seperti biasa terutama dalam
agamanya masing-masing, didalam sebuah agama memiliki suatu perbedaan yang
kompleks dan memiliki suatu ciri khas yang sangat kental antara satu dengan
lainnya, salah satunya menurut agama islam. Dalam agama islam cinta perlulah
melalui berbagai peringkat keutamaannya yang tersendiri yaitu : Cinta kepada
Allah SWT, Cinta Kepada Rasulullah SAW dan Para Anbiya, Cinta Sesama Mukmin.
Manusia dan cinta kasih kepada kehidupan manusia
sangat di perlukan.Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal
terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun dan damai tanpa adanya
perseteruan antara dua orang atau pun diantara ras.Cinta kasih kepada
manusia dapat diartikan banyak hal seperti contohnya seorang anak yang
mencintai ibu dan bapaknya, seorang suami yang mencintai istrinya.

Komentar
Posting Komentar