Tugas Rangkuman "Manusia Dan Cinta Kasih" Dosen Ali Muhli.SE.MM




Dosen : ALI MUHLI


Daftar Isi :
A. Pengertian Cinta Kasih............................................................................................................
B. Cinta Menurut Ajaran Agama..................................................................................................
C. Kasih Sayang...............................................................................................................................
D. Kemesraan...................................................................................................................................
E. Pemujaan......................................................................................................................................
F. Belas Kasihan................................................................................................................................
G. Cinta Kasih Erotis........................................................................................................................
H. Kesimpulan...................................................................................................................................


A.   PENGERTIAN CINTA KASIH
Cinta adalah sebuah rasa suka atau sayang manusia kepada manusia lainnya, sedangkan kasih adalah suatu rasa yang timbul pada diri manusia untuk saling mengasihi atau menyayangi kepada sesame manusia.Jadi yang dimaksud dengan cinta kasih adalah sebuah rasa kasih sayang serta rasa saling mengasihi antar sesame manusia pada kehidupan sehari-hari.
Definisi antara cinta dan kasih memang tak jauh berbeda dalam arti hampir mempunyai satu kesatuan makna yang hampir sama, hanya saja cinta itu lebih berdasarkan pada jiwa (rohani) manusia hanya bisa dirasakan dalam hati dan tidak terlihat, sedangkan kasih suatu kegiatan atau pergerakan manusia (jasmani) yang ditunjukkan kepada orang yang mereka sayangi dan dapat terlihat.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifamya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mangasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itü hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang menıpakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memilikki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Pangğlan-panggilan foımal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya

Selain pengetian yarıg dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan,dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dari gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang mumi, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. la selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmaünya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentü ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula.
Didalam kitab Suci Alqur'an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
“Katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasuI-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang İslam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak ada duanya. Hal ini mempakan konsekuensi iman dan merupakan keharusan dalam Islam Bahkan itu pendorong utama di dalam menunjang tinggi agama.
Tak diragukan lagi, bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya, ia akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang maha sempuma, maha indah dan maha agung. Tak ada satupun selain dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti karena dialah yang maha tinggi, maha sempurma dan maha agung.
Hakekat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. la timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karenanya hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka, semakin akrab.

Berangkat dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari seseorang terhadap orang lain : seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua tethadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, cinta seseorang terhadap sanak saudara dan familinya, cinta seseorang terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah aimya.
Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh cinta menengah ini akan nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan, dan pendidikan terhadap anak. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya :
1.      Cinta kepada Thagut.
Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surat Al Baqarah, Allah berfırman : dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah
2.      Cinta berdasarkan hawa nafsu.
Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada omng tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.

Hikmah cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1.    Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan. Apakah seseorang akan menempuh cintanya dengan cara yang terhormat dan mulia ? Ataukah ia akan meraihnya dengan cara yang rendah dan hina ? apakah ia akan berjual mahal dengan cintanya, ataukah biasa-biasa saja ? apakah ia benar-benar tertarik dengan kekasihnya, ataukah sekedar main-main saja ? semuanya dapat diketahui setelah ia mendapatkan rintangan dalam perjalannya.
2.    Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendoman dan pembangkit yang paling beşar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan. Kalau bukan karena cinta, tentu manusia tidak akan pernah terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Pendek kata kalau bukan karena fenomena cinta, tak akan pemah ada gerakan, kreasi dan apresiasi di dunia ini. Juga tak akan pemah ada pembangunan dan kemajuan
3.    Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama didalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antar mereka. Juga untuk saling memanfaatkan kemajuan bangsa. la merupakan modal utama di dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
4.    Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam. hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bemasyarakat, mengasihi sesama mahluk hidup, menegakkan keamanan, ketentramaan, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dari segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya.


B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendarnbakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an.
1.      Cinta diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang melarangnya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. la juga memberi segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. Al-Qur'an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bemanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginanya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup(QS, al-"Adiyat, 100:8)
Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya yang terus menerus agar dikarunia harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bisa memperoleh karunia lagi (QS, Fushilat, 41 : 49)

Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatumya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
2.      Cinta kepada sesama manusia

Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dałam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dałam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala iłu adalah dengan melalui iman, menegakkan shalat, memberikan zakat, sedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang lain, dan dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
Al-Qur'an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dałam seruan itu scsungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak bcrlebih-lebihan dalam mencintai diri scndiri.
3.      Cinta seksual

Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dałam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. la melupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian iłu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir . QS, Ar-Rum, 30:21)
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan kcturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian pun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industri menjadi maju. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya. Jelas dengan sendirinya ia mengakui pula cinta seksual yang menyertai dorongan tersebut. Sebab ia merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari. üdak ditentang ataupun ditekannya. Yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah, yaitu dengan perkawinan.
4.      Cinta kebapakan

Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis scperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jclas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya. sumber kekuatan dan kebanggaan , dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam do'a Zakaria as, yang memohon pada Allah semoga ia dikarunia seorang anak yang akan mewarisinya dan mewarisi keluarga Ya'qub
"la berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mewaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai : QS, Maryam, 19:4-6)
Cinta kebapakan dalam Al-Qur'an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh. rasa cinta. kasih sayang, dan belas kasihan. untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak

"....Dan Nuh memanggil anaknya - sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil - : "Hai..anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir ".(QS, Yusuf, 12:84)
Cinta ini nampak pula dalam doa nabi Nuh as, yang memohon pada Allah semoga anaknya selamat :

"Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata : "Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya (QS, Hud, 11:45)

Biasanya cinta kebapakan nampak dalam pematian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.

5.      Cinta kepada Allah

Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada
Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya:
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah maha pengampun lagi maha penyayang" (QS, Ali Imran, 3:31)

Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan menbuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalarn kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintam Iainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua mahluk Allah dan seluruh alam semesta. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.
6.      Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karna Rasul merupakan ideal sempuma bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur Iainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, beduang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia. dan membawa kemanusiaan dari kekelamah kesesatan menuju cahaya petunjuk.
C. KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S.Poerwadanninta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan petumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengenian, saling terbuka. sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan pematian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Suatu kasus yang sering terjadi, yang menyebabkan seseorang menjadi morfinis, keberandalan remaja, frustasi dan sebaginya, dimana semuanya dilatar belakangi kurangnya pematian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarganya.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bemacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan
(l) Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.

Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang temadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
(2)     Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.

Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan pematian apa yang diperbuat si anak.
(3)     Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.

Di sini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
(4)     Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif

Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
Kasih sayang itu nampak sekali bila seorang ibu sedang menyusui atau menggendong, bayinya itu diajak bercakap-cakap, ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu ani kata-kata, lagu dan sebagainya.
Asrul Sani dalam sajaknya "surat dari Ibu" mengungkapkan betapa tulus cinta kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Coba anda perhatikan sajak Asrul Sani di bahwah ini.
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang Pergi ke hidup bebas selama angin masih angin buritan dan matahari pagi menyinari daun daunan dalarn rimba dan padang hijau
pergi ke dunia lepas, anakku sayang pergi ke alarn bebas selama hari belum petang dan wana senja belum kemerah-merahan menutup Pintu waktu lampau
Jika bayang telah pudar dan elang laut pulang ke sarang angin bertiup ke benua tiang-tiang akan kering sendiri dan mahkota sudah tahu pedoman boleh engkau datang padaku kembali pulang anakku sayang kembali ke balik malam jika kapal telah rapat ke tepian kita akm bercerita tentang cinta dan hidupmu pagi hari
Dalam sajaknya itu, Asrul Sani mengungkapkan betapa tulus dan cinta kasih sayang seorang ibu kepada anaknya bukan dengan memanjakannya melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi menuntut ilmu ke negeri seberang, dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi "orang" barulah ia boleh pulang, dan si ibu akan membicarakan masa depannya, hidup berumah tangga.
Dalam sajaknya yang Iain yaitu "elang laut", Asrul Sani secara simbolik juga mengungkapkan pengalaman batinnya tentang kasih sayang, tanggung jawab dan pengorbanan yang tulus dari seekor induk elang laut terhadap anak-anaknya, tanpa menghiraukan dirinya. Akhimya sang induk gagal membawakan makanan untuk anak-anaknya di sarang, karena ditengah jalan setelah terbang mati-matian melawan badai ia mati dan tenggelam ke dasar lautan. Dan anak-anaknya pun mati kelaparan di sarangnya. suatu musibah keluarga yang sungguh tragis. Dibawah ini dikutipkan sajak elang laut karya Asrul Sani.
ELANG LAUT
Ada elang laut terbang senja hari antara jingga dan merah surya hendak turun
pergi ke sarangnya apakah ia tahu juga bahwa panggilan cinta tiada ditahan kabul yang menguap pagi hari bunyinya mcnguak suram lambat-lambat mendekat, kcatas runjam karang putih makin nyata sekali ini dan keringat tiada akan punya daya tapi topan tiada mau dan mengembus ke alam lalu jatuh elang laut ke air biru, tenggelam dan tiada timbul lagi rumahnya digunung kelabu akan terus sunyi satu-satu akan jatuh membangkai ke bumi, bayi-bayi kecil tiada bersuara hanya anjing malam hari meraung menyalak bulan yang melengkup sunyi suaranya melandai turun ke pantai jika segala senyap pula berkata pemukat tua
"anjing meratapi orang mati"
Ada bermacam-macam kasus kasih sayang dalam kehidupan. Semua orang tua mengharapkan hidup anaknya bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang tua menumpahkan kasih sayang secara berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan pendapatnya. Ada yang  secara berlebihan, disiplin, secara memberikan kebebasan dan sebagainya. Karena itu ada yang berhasil, tetapi banyak juga yang gagal.
D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra. yang aslinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasamya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. la mulai hidup untuk orang lain".
Pemyataan dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah "romeo dan Juliet", ula di Indonesia kisah Roro mendut-Pmnocitro.
Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya "On love" mengatakan "dikedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya".
Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Kemampuan mencinta memberi nilai hidup kita. dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seseorang mengobrol cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengenian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya Episode " misalnya, melukiskan bctapa kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta.
Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancar dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari-jcmari mereka yang bergetar.
Tiap manusia pemah bercinta, hanya saja tidak setiap manusia dapat melahilkan rasa cinta dalam bentuk seni. Bagi penyair mencurahkan rasa cintanya adalah biasa. Kalau Rendra mencurahkan kemesraannya dalam bentuk puisi, maka Chairil Anwar mencurahkan kemesraannya dalam bentuk yang bebas dari bentuk yang telah ada.
Dalam seni tari berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari "karonsih" dari Jawa Tengah, tari "Gatotkaca Gandrung" juga dari Jawa Tengah. Tari Merak dari Jawa Barat, dan lain-lain yang biasanya ditarikan dalam resepsi perkawinan.
Dalam cerpen "transaksi" karangan Umar Nur Zain diceritakan tokoh "aku" , seorang pejabat yang berlagak demawan. Biasanya untuk mendapatkan tanda tangannya sering kali para bawahan menyatakan terima kasih merka dengan macam-macam bentuk antara lain wanita segar berikut seluruh Ekening hotel dan restoran.
Puspa seorang istri pemain band yang tidak begitu terkenal. Band suaminya dikontrak sebuah night-club kecil; karena pengunjung mengurang, penghasilannya mengecil. Anak puspa sakit mata dan hampir buta dan untuk operasi diperlukan uang setengah juta rupiah yang harus dilaksanakan di Manila.
Untuk keperluan itu "aku" bersedia membayar setengah juta rupiah kepada Puspa, asal ia mau mengawaninya di hotel semalam suntuk.
Transaksi terjadi, Puspa menerima uang setengah juta rupiah. Uang tersebut adalah untuk mengobati mata anaknya di Manila.
Cerpen itu mampu mengajak kita prihatin perihal solidaritas nasiqnal. Misalnya perihal moral Puspa dan moral "aku" dari sudut pelajaran agama. Belum Iagi- soal belum lábilnya honor musisi kita dan masih banyak Iagi. Berkat kecematan penulis temadap atribut kota Metropolitan Jakarta membuat penelaah beranggapan ceqpen tersebut mempunyai identitas Indonesia. Pada hakekatnya penulis memprotes sengit kebangkitan dan menyimpan morał kita dewasa ini.


E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalarn bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan ddak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah ind, nilai dan makna kehidupan yang sebenamya. Apa sebab iłu terjadi adalah karena Tuhan mencipta alarn semesta. Seperti dałam surat Al-Furqon ayat 59 - 60 yang menyatakan, " Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalarn enam rangkaian masa, kemudia dia bertahta di atas singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui". Selanjutnya ayat ff), "Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih '
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena iłu ketakutan manusia selalu mełlianping hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan iłu manusia memuja-Nya. Dałam surat Al-Mu 'minin ayat 98 dinyatakan, ” Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya di dekatku.
Karena iłu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhm adalah bagian hidup manusia, Karena Tuhan pencipta semesta manusia i02 sendiri. Dan.penciptaan semesta untuk manusia
Kalau manusia cinta Tuhan, karena Tuhan sungguh mdła pengasih lagi maha penyayang. Kecintaan manusia iłu dimanifestasikan dalan bentuk pemujaan. Dałam surat An-Nur ayat 41 antara lain menyatakan, ”apakah engkau tidak tahu bahwasanya Allah itu dipuja oleh segala yang ada di bumi dan dilangit

Dałam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Sholat di rumah, di mesjid, sembahyang di gereja, di candi, di gereja bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.

Pemujaan-pemujaan iłu sebenamya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. hal ini beram manusia mohon ampun atas segala dosanya. mohon pefliNlungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang mobn ditambahkan segala kekurangan yang ada pulanya, dan lain-lain.
Bila setiap hań sekian kali manusia memuja kebesarannya dan selalu apa yang kita inginkan, dan Tuhan selalu mengabulkan pemintaan umat-Nya, wąjarlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mudak. Cinta yang tak dapat ditawar-tawar lagi.
Dalun seni prosa misalnya banyak cerita yang mengagumkan nama Tuhan roman "Di Bawah Lindungan Ka'bah” karangan almariwm Hunka, yang menitik beratkan kehidupan agama sebagai latar belakang cerita.
Dalam novel ini diceritakan tcntang Hamid meniadi anak yatim setelah berumur 4 tahun. Sepeninggal ayahnya, ibu Hamid berjualan kue dan Haniid yang menjajakannya. H.Jafar yang haflawan dan demawan : merenggut Hamid untuk disekolahkan bersama-sama puteri tunggal H.Jafar, yang umumya dua tahun Iebih muda dari Hamid, namanya Zainab. Hamid dan Zainab dianggap abang dan adik. Setelah tanna', dan bcrijazah Mulo. Zainab tinggal di rumah, masuk pingitan, scdangkan Hamid bcrsekolah agama di Padang Panjang. Pcrpisahan ini Incmbuat Hamid kesepian. kanna dengan diam-diam masing-masing abang dan adik itu trrsemi benih cinta di hatinya.
Maut tak dapat ditolak. H.Jatar meninggal dunia. Keniatian ini menibuat pembahan bcsar pada Han) id. la jarang Inendatangi Zainab "kckasihnya" dan ibunva.
Setelah ibu Hamid meninggal dunia. ia berpesan agar Hamid melupakan cintanya kepada Zainab. karena antara zainab dan dia tidak sepadan kcdudukannya di masyarakat.
Mak Asiah, ibu Zainab cinta kepada Hamid untuk membujuk Zainab. Agar Zainab mau kawin dcngan kemenakan almarhum H.Jafar. ayahnya, dcngan maksud agar kekeluargaan tetap uluh. Betapa berat hati Hamid menyanpaikan permintaan ibu angkatnya itu untuk munbujuk "kckasihnya" agar mau kawin orang lain.
Tugas itu dilaksanakan. namun Zainab tak hcndak kawin dulu. Scsudah peristiwa itu. Hamid mcninggalkan sepucuk surat kepada Zainab. bahwa ia akan pcrgi dcngan tujuan tak Incncntu. perantauannya sampailah ia kc tanah suci. Mekkah. Disana ia bertemu Saleh, kawan sekolah di padang panjang dahulu.
Ratna istri Salch kawan akrab Zacnab. Memberikan surat kepada suaminya di Mekkah. antara lain menceritakan bah'A ',l Zaenab sakil sepcninggal Hamid. Dan dalam surat itu ditcrangkan bahwa Zacnab selalu menunggu kcdatangan hamid. Zacnab pun bcrkirim) surat kcpada Hamid yang mcnyatakan, bila Hamid tak scgera datang, ia akan meninggal dunia. Karcna surat Zacnab itu. Hamid jatuh. pada waktu bcrwukut di Arafah. Dalam kcadaan yang gawat. dalang telcgram dari istri Salch, bahwa Zacnab meeninggal dunia. Mcndengar berita itu. Hamid yang scdang ditandu d'alani bertawaf mengelilingi Ka 'bah ketujuh kalinya ia meninggal di bawah lindungan Ka 'bah dcngan senyuman. tanda rcla dan scmpuma.
Hamid yang tak tersampaikan cintanya. Ineskipun cintanya terbalas. lebih suka mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalan cerita ini kita jumpai moral yang tinggi para pelakunya. Kehalusan perasaan tokoh utamanya Hamid dan Zainab dilukiskan dengan indah oleh penulisnya. Betapa tulus hati seorang kekaslh yang harus menasehati kekasihnya agar mau menikah dengan orang Iain. Padahal kekasihnya adalah belahan hatinya. bagaimana orang sampai hati menyerahkan belahan hatinya kepada orang Iain. Pesan ibunya agar melupakan cintanya kepada Zainab tertanam dalam lubuk hatinya karena itu ia lebih suka menjauhkan diri.
F. BELAS KASIHAN
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macalll cinta. Cinta ialah cinta Inanusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. dan ketiga cinta Amor/ems ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta cros dalam amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedmgkan cinta ajnor karcna unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mcncintai dan Inau dinikahi seorang yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesanva. Cinta tehadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membcdakan antara cinta kcpada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan.
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karna cakapnya, kayanya, cantiknya. pandainya. melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, pcnyakit yang dideritanya, dan sebagainya.
Jadi kata kasihan atau rahmah berani bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang Iain. Kemudian apa bedanya Rahmah dengan Rahman ? kalau Rahman ada unsur memberi. Misalnya seseorang memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya, malahan kita jadikan dia sebagai teman baik. Jadi pengertian rahmah adalah kita menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang Iain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dalarn surat Al-Qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang Iain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah swr.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Dalam esai on love ada pengenian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berani dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak ikhlas, berarti ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
a. cara-cara menumpahkan belas kasihan
Dalarn kehidupan banyak sekali yang hams kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkm belas yang perlu kita kasihani antara Iain: yatim piatu, orang - orang jompo yang tidak mempunyai dili waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja, orang sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita dan sebaginya. Orang-orang itu umunya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaxuh belas kasihan.
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.
Bahkan Pangeran Sidharta menyatakan belas kasihan kepada rakyatnya dengan jalan meninggalkan istana untuk menjadi biksu. Pada s'uatu hari pangcran sidharta keluar istana dfiringi hamba sahayanya secara diam-diam. Dalam perjalanan itu dia menjumpai orang sakit: ia tanyakan kepada hambanya, "mengapa orang itu dijawabnya pertanyaannya itu. Kemudianm bertemu dengan orang mati, ditanyakan kepada hambanya, "mengapa orang itu diusung, mengapa mati, dan sebaginya". Setelah dijawab semua pertanyaan itu,maka merenunglah Sidharta. Setiba di Istana tergoda hatinya oleh penderitaan di luar istana dan dibandingkan dengan kemcwahan di istana.
Akhimya ia memutuskan untuk meninggalkan istana, pergi ke hutan mencari ani hidup. Betapa Pilu hati ayah bundanya menyaksikan putra pcngerannya, calon penggantinya berpakaian biksu sedang mengemis di pasar. Sekali tidak diberi, dua kali tidak diberi, dan untuk ketiga kali dan terakhir kali tidak juga diberi, kcmbalilah ia ké hutan tempat ia bertapa sampai hari yang diijinkan untuk mencari makan dengan cara mengemis. pangeran Sidharta akhimya menjadi Budha Gautama penyebar agama Budha.
G. CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih kesaudaraan mcmpakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu mempakan cinta kasih temadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta ksih tidak tertatas kepada seseorang saja. Bila saya kasihi saudara saya, semua anak saya, disamping itu bahkan saya saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan yang sempuma, akan penyatuan dengan seseorang Iainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama Iain. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekamya hanyalah sementara saja. Bilamana orang asing tadi telah menjadi seseorang yang diketahui secara intim , tak ada lagi rintangan yang harus diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan. Pribadi yang dicintai telah dipahami orang seperti dirinya sendiri. Atau barangkali harus dikatakan "kurang" dipahami scperti dirinya sendiri.
Dcngan mcmpcrhatikan pandangan-pandangan ini, ,naka dapat disampaikan kcpada pendapat bahwa cinta kasih hanyalah mcrupakan pcrbuatan kemauan dan mengikat diri saja schingga pada dasamya tidak usah dipcdulikan siapa-siapa kcdua orang yang terlibat di (lalanmya. Apakah pemikahan iłu diatur olch orang lain ataukah merupakan hasil pilihan individual. hal iłu bukan menjadi soal. Yang terpcnting sesudah pcmikahan iłu dilangsungkan ialah bahwa perbuatan kcmauan seharusnya menjamin kclangsungan cinta kasih. Pandangan ini rupa-mpanya mcngabaikan Ciri paradoks hakekat manusiawi dan cinta kasih erotis. Kita scmuanya satu, namun tiap-tiap diantara kita mcrupakan mahluk unik yang khas yang tidak ada duplikatnya. Dałam hubungan kita dcngan orang-orang lain, paradoks itu juga berlaku. Sejauh kita mcrupakan satu. kita dapat mencintai dan mcngasihi tiap-tiap orang lain esama dałam arti cinla kasih pcrsaudaraan. Tctapi, scjauh kita dalan pada itu juga berbeda. cinta kasih cmtis mcnurut adanya unsur-unsur sangat khas dan individual terdapat diantara bcbcrapâ orang tcflcntu saja, tetapi tidak pada semua orang.
***KESIMPULAN***
Definisi antara cinta dan kasih memang tak jauh berbeda dalam arti hampir mempunyai satu kesatuan makna yang hampir sama, hanya saja cinta itu lebih berdasarkan pada jiwa (rohani) manusia hanya bisa dirasakan dalam hati dan tidak terlihat, sedangkan kasih suatu kegiatan atau pergerakan manusia (jasmani) yang ditunjukkan kepada orang yang mereka sayangi dan dapat terlihat.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia dalam melakukan suatu kebudayaannya seperti biasa terutama dalam agamanya masing-masing, didalam sebuah agama memiliki suatu perbedaan yang kompleks dan memiliki suatu ciri khas yang sangat kental antara satu dengan lainnya, salah satunya menurut agama islam. Dalam agama islam cinta perlulah melalui berbagai peringkat keutamaannya yang tersendiri yaitu : Cinta kepada Allah SWT, Cinta Kepada Rasulullah SAW dan Para Anbiya, Cinta Sesama Mukmin.
Manusia dan cinta kasih kepada kehidupan manusia sangat di perlukan.Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun dan damai tanpa adanya perseteruan antara dua orang atau pun diantara ras.Cinta kasih kepada manusia dapat diartikan banyak hal seperti contohnya seorang anak yang mencintai ibu dan bapaknya, seorang suami yang mencintai istrinya.



Komentar

Postingan Populer